Tak Berkategori

Pra Musyawarah atau Rembug Stunting Desa Saradan Tahun 2019

Saradan (12/09) kegiatan Pra Musyawarah atau Rembug Stunting Desa Saradan bersama Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dan Warga Masyarakat Desa Saradan yang diwakili oleh Pemerintah Desa, BPD, LPMD, TP PKK, Kader Posyandu, RW/ RT dan Tokoh Masyarakat Desa Saradan dilaksanakan pada hari Kamis tangal 12 September 2019 yang bertempat di Balai Desa Saradan dan dimulai pukul 13.00 s/d 16.30 WIB.

Acara rembug stunting tersebut dimoderatori oleh Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum Desa Saradan (Muhammad Saefudin), Kepala Desa Saradan (Herry  Kuswadyono) memberikan sambutan dan menyampaikan bahwa Bantuan Dana Desa untuk Balita sebesar Rp 20.000.000,- dari Pemprov untuk tambahan makan, beliau juga menyampaikan tentang informasi jaga desa atau SIGADES, yang isinya tentang Koordinasi, Komunikasi dan Komitmen. SKD dan PLKB harus berkoordinasi dengan pemerintah desa.

Selanjutnya dari pendaping (Barzani) menyampaikan tentang penjelasan stunting, KPM, dan RDS. Bahwa pelayanan Stunting ada lima pilar, pertama ibu hamil dan melahirkan, Pelayanan Batuta, Gizi, Sanitasi dan Pelayanan Pendidikan anak Usia Dini (Paud).

Dari KPM desa Sarada (Nilam Julianti) menyampaikan rumusan permasalahan stunting di desa oleh KPM dan RDS. Hasil pendataan KPM sampai bulan Agustus dan rencana usulan lima paket layanan Stunting. Hasil pendataan KPM sampai bulan Agustus, anak usia 0-2 pada bulan Juli ada 59 Anak di Posyandi 1 sampai dengan 3 yang ada di desa Saradan. Dan pada bulan Agustus berjumlah 63 Anak. Total jumlah anak di Desa Saradan ada 118, dan 12 anak yang masuk paud. Total ada 27,48%.

Selanjutnya disampaikan usulan dari beberapa peserta Musyawarah, dari Paud menyampaikan agar ahli gizi dapat hadir di Sekolah Paud, penyediaan pelayanan di Polindes agar segera diaktifkan. Dari kader Posyandu menyampaikan agar sarana dan prasana di Posyandu agar dilengkapi dan diperbaharui sesuai kebutuhan, minimal setiap Posyandu ada 5 meja, serta setiap posyandu mempunyai kebutuhan masing masing dan agar segera didata apa yang perlu dilengkapi.

Dari Ahli Gizi menyampaian bahwa perlu diadakan Pelatihan Kader untuk membantu Bidan dan Ahli Gizi yang melayani sampai 48 Desa sehingga perlu dilakukan oleh kader Desa sebagai jembatan penghubung dari puskesmas. Jambanisasi yang sudah di data agar segera direalisasikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *