DESA SARADAN

DESA SARADAN KECAMATAN PEMALANG KABUPATEN PEMALANG PROVINSI JAWA TENGAH INDONESIA

Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor: 43 Tahun 2014 tentang Desa, dijelaskan bahwa pengertian Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mencermati pengertian desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa dimaksud, maka secara yuridis Wilayah Saradan dapat dikatakan sebagai Desa karena merupakan satu kesatuan masyarakat yang mendiami suatu wilayah tertentu dari jaman dahulu secara terus menerus dan dipimpin oleh seorang pemimpin yang mengatur dan mengurusi kepentingan masyarakatnya berdasarkan kesepakatan bersama dan adat istiadat setempat yang masuk dalam wilayah Kecamatan dan secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang.
Pemberian Nama (Nomenklatur) Desa Saradan berdasarkan adat istiadat secara turun temurun dan menurut sesepuh masyarakat Desa Saradan yaitu Bapak Idris (Mantan Kepala Desa Saradan) dikatakan bahwa “Saradan” berasal dari kata “kesarad” (dalam istilah jawa) yang artinya “ketarik atau kebawa”. Dalam arti yang luas mengandung maksud bahwa Desa Saradan adalah sebuah desa yang menarik, tentram, damai dan aman. Hal ini dibuktikan dengan kondisi lingkungan di Desa Saradan yang aman, gangguan keamanan yang menonjol hampir tidak pernah terjadi, semangat kerukunan dan kekeluargaan masih terpelihara dengan baik, banyak warga pendatang yang tinggal di wilayah Desa Saradan dan membaur dengan kehidupan penduduk setempat, hal ini menunjukkan bahwa setiap pendatang yang tinggal di Desa Saradan akan kerasan menetap di Desa Saradan dan pada jaman perang kemerdekaan, Desa Saradan dijadikan sebagai tempat persembunyian yang aman karena letaknya yang tersembunyi dan tidak banyak diketahui orang atau juga dikenal sebagai tempat untuk menyendiri/“nyepen” dalam istilah jawa, dan tempat itu dikenal dengan sebutan pesapen yang merupakan nama salah satu dukuh di wilayah Desa Saradan. Dari zaman penjajahan Belanda sampai dengan sekarang nama Saradan tetap dilestarikan secara turun temurun, namun secara formal nama Saradan belum dibakukan dalam bentuk peraturan perundang-undangan misalnya peraturan daerah, walaupun demikian nama Desa Saradan telah diakui secara administratif sebagai salah satu nama desa dari 211 desa yang ada di Kabupaten Pemalang.
Sesuai dengan Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2014 tentang Desa, diatur bahwa urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan desa mencakup:
1. urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa;
2. urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada desa;
3. tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; dan
4. urusan pemerintahan lainnya yang oleh peraturan perundang-undangan diserahkan kepada desa.
Dari keempat urusan yang menjadi kewenangan desa sebagaimana tersebut diatas maka urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Desa Saradan Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang adalah mencakup :
1. urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa. Namun urusan ini menjadi sulit dan rancu karena urusan-urusan kewenangan ini seperti jogoboyo, jogotirto, praloyo dan lain-lain ternyata juga diatur oleh pemerintah kabupaten dalam bentuk siskamling Hansip/linmas maupun adanya ulu-ulu vak yang tergabung dalam Dharma Tirta.
2. urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada desa sebenarnya sebagian telah dilaksanakan oleh desa walaupun secara formal penyerahan urusan dimaksud belum dilakukan karena Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang tentang Penyerahan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah kepada Desa baru ditetapkan akhir tahun 2018.
3. tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten, secara formal diatur namun secara riil belum ada tugas pembantuan; tugas yang hampir sama dengan tugas pembantuan adalah penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun pendistribusian raskin, namun kalau dicermati lebih dalam penarikan PBB dan pendistribusian raskin belum memenuhi ketentuan Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, yaitu tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten kepada Desa wajib disertai dukungan biaya, sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia. Apalagi dalam prakteknya dasar hukumnya belum diketahui, biaya yang diberikan hanya berupa bagi hasil.
4. urusan pemerintahan lainnya yang oleh peraturan perundang-undangan diserahkan kepada desa. Desa Saradan Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang sebenarnya telah melaksanakan urusan ini seperti penyusunan peraturan desa dan lain-lain.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Desa yang disusun oleh Kepala Desa Saradan sebagai pelaksanaan amanah Pasal 15 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa dan Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa diatur bahwa dalam melaksanakan tugas dan wewenang, Kepala Desa mempunyai kewajiban untuk memberikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Desa kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Selain itu dalam penyusunan dan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Desa Akhir Tahun Anggaran 2017, Kepala Desa Saradan telah mengacu dan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Tata Cara Pelaporan dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pelaporan dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Sedangkan sistematika dan format laporan berpedoman pada Peraturan Bupati Pemalang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pelaporan dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

A. Dasar Hukum
Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Desa Akhir Tahun Anggaran 2017 didasarkan pada :
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
3. Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang 9 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaporan dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Pemalang Tahun 2016 Nomor 9, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 9);
4. Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pemalang;
5. Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaporan dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
6. Peraturan Bupati Pemalang Nomor 118 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaporan dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Kabupaten Pemalang.

B. Gambaran Umum Desa
1. Kondisi Geografis
Desa Saradan Kecamatan Pemalang secara astronomi terletak antara 1090 23’ 15” Bujur Timur dan 60 55’ 35” Lintang Selatan, jarak Orbitasi dari Desa Saradan ke Kantor Kecamatan Pemalang sejauh 2 Km sedang jarak Desa Saradan ke Ibukota Kabupaten Pemalang sejauh 5 Km. Adapun secara geografis wilayah Desa Saradan memiliki batas-batas yaitu sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Bojongbata Kecamatan Pemalang, sebelah timur berbatasan dengan Desa Cibelok Kecamatan Taman, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Sungapan dan Desa Pegongsoran dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sewaka Kecamatan Pemalang. Sedangkan luas wilayah Desa Saradan adalah 166,952 km2 atau 166,952 Ha terdiri dari tanah sawah seluas 137,602 Ha dan tanah darat seluas 29,35 Ha. Adapun secara administratif Desa Saradan terbagi dalam 3 (tiga) dusun dan secara kelembagaan terbagi dalam 3 (tiga) RW dan 15 RT dengan rincian yaitu Dusun Pesapen (1 RW, 5 RT), Dusun Saradan I (1 RW, 5 RT), Dusun Saradan II (1 RW, 5 RT).
Kondisi topografi wilayah Desa Saradan terdiri dari daerah dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 6 meter diatas permukaan air laut dengan curah hujan rata-rata 2000-3000 mm/th dan suhu udara berkisar antara 25 – 300 C. Wilayah desa Saradan merupakan daerah datar dengan jenis tanah alluvial. Pemanfaatan tanah sebagian besar dipergunakan untuk lahan pertanian yakni seluas 113,907 Ha atau 68%, untuk perkebunan seluas 23,695 Ha atau 14%, untuk pemanfaatan tanah untuk perikanan tidak ada atau 0%, sedangkan sisanya digunakan untuk bangunan rumah seluas 17,76 Ha atau 11%, untuk pekarangan seluas 9 Ha atau 5,5% dan untuk lain-lain (lapangan, kuburan, Balai Desa, SD dan TK) seluas 2,59 Ha atau 1,5%.
2. Gambaran Umum Demografis
Jumlah penduduk Desa Saradan pada akhir Tahun 2017 sejumlah 4.502 jiwa terdiri dari 2.189 jiwa laki-laki dan 2.313 jiwa perempuan. Sedangkan kepadatannya mencapai 27 jiwa/km2. Laju pertumbuhan penduduk Desa Saradan pada Tahun 2017 sebesar 0,6 %.
Penduduk Desa Saradan dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok usia yaitu :

Tabel 1 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia.
Kelompok Usia 0-4 tahun 5-19 tahun 20-59 tahun 60 tahun keatas
Jumlah (jiwa) 140 867 3.162 333
Sumber : Data Monografi Desa Saradan Tahun 2017

Sedangkan Komposisi Penduduk Desa Saradan berdasarkan Jenis Pekerjaan, Pendidikan, Mata Pencaharian/Lapangan Usaha sebagai berikut :

a. Komposisi penduduk berdasarkan jenis pekerjaan
Tabel 2 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Jenis Pekerja an Penduduk PETANI Nela-yan Peng-usaha Sedang/ Besar Peng-rajin/ Industri Kecil Buruh Peda- gang Peng-ang kutan PNS TNI/ Polri Pensiunan Jml
Pe-milik Ta-
nah Peng-garap Lahan Peng-garap Penye- kap Buruh Tani Indus- tri Bangunan Pertam-bangan Perkebunan
Jumlah (jiwa) 967 717 634 600 – – 36 131 395 15 – 43 9 41 10 24 3.622
Sumber : Data Monografi Desa Saradan Tahun 2017

b. Komposisi penduduk berdasarkan pendidikan
Tabel 3 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
1) Pendidikan Umum

Tingkat Pendidikan Belum Sekolah Tidak Tamat SD Tamat SD/ Sederajat Tamat SLTP/ Sederajat Tamat SLTA/ Sederajat Tamat Akademi/ Sederajat Tamat PT/ Sederajat Buta Huruf Jumlah
Jumlah (Jiwa) 330 865 1470 740 982 60 70 0 4.502
Sumber : Data Monografi Desa Saradan Tahun 2017

c. Komposisi penduduk berdasarkan Lapangan Usaha
Tabel 4 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Lapangan Usaha

Lapangan Usaha Pertanian, kehutanan, perkebun-an dan perikanan Pertam-bangan dan Peng- galian Industri Peng-olahan Listrik dan Air Minum Bangun-an/ Kon-struksi Perda-gangan Besar, Eceran, Rumah makan & Hotel Ang-kutan, Pergu-dangan dan Komu- nikasi Keuangan, Asuransi, Usaha Persewaan Bangunan dan Jasa Perusahaan Jasa Sosial Kemasyarakatan dan Perorang-an Lainnya (Kegiatan yang belum jelas batas-annya) Jumlah
Jumlah (jiwa) 524 1 362 14 453 77 3 1 80 48 1.581
Sumber : Data Monografi Desa Saradan Tahun 2017

3. KONDISI EKONOMI
a. Pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Desa Saradan Kecamatan Pemalang dipengaruhi oleh pertumbuhan hasil pertanian, industri kecil atau rumah tangga Pertumbuhan ekonomi di Desa Saradan Kecamatan Pemalang sudah ada peningkatan dibandingkan tahun-tahun yang lalu tetapi belum terlalu tinggi, hal ini disebabkan karena sebagian besar penduduk Desa Saradan mempunyai mata pencaharian sebagai buruh tani/petani penggarap dan sektor pertanian menjadi komoditi utamanya khususnya produksi padi.
b. Pendapatan Perkapita
Pendapatan perkapita (pendapatan setiap orang per tahun) merupakan salah satu indikator kondisi perekonomian Desa Saradan. Pendapatan perkapita penduduk Desa Saradan pada tahun 2017 sebesar Rp. 11.400.000,00 (Sebelas juta empat ratus ribu rupiah). Dengan pendapatan perkapita penduduk tersebut berarti rata-rata penduduk Desa Saradan memiliki penghasilan + Rp. 950.000,00 per bulan, artinya belum lebih tinggi dari UMK Kabupaten Pemalang tahun 2017.
c. Potensi Unggulan
Desa Saradan memiliki beragam potensi sumberdaya yang bisa dikembangkan, baik yang berasal dari sumberdaya alam maupun sumber daya buatan. Beberapa potensi unggulan dalam rangka mendukung pengembangan Desa Saradan meliputi :
1) Industri rumah tangga
Desa Saradan memiliki industri rumah tangga pembuatan keset yang terletak di RW 01 dan pembuatan batu bata yang terletak di RW 02 Desa Saradan Kecamatan Pemalang.
2) Industri Kecil Makanan
Di Desa Saradan memiliki banyak produk industri kecil, diantaranya adalah tempe kripik, kripik pisang, somay dan krupuk. Jumlah pengusaha ada sekitar 15 orang dengan tenaga kerja 30 orang. Industri ini terletak di RW 01, 02 dan 03 Desa Saradan Kecamatan Pemalang.
3) Industri pembuatan pakaian jadi
Desa Saradan memiliki industri rumah tangga pembuatan pakaian jadi yang terletak di RW 02 dan 03 meskipun industri ini belum begitu besar tetapi produksinya sudah berjalan lancar, jumlah pengrajin industri pakaian jadi ada 3 orang yang pemasaranya bekerja sama dengan pihak ketiga.
4) Jasa Service Elektronik
Potensi unggulan lainnya yang ada di Desa Saradan adalah jasa service elektronik yang mulai berkembang dan banyak diminati oleh warga hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah Desa yang memfasilitasi kegiatan pelatihan-pelatihan service elektronik dan jasa service yang ada berjumlah 6 orang.
5) Peternakan Unggas
Peternaan unggas yang ada adalah ternak itik, ayam kampung dan burung puyuh, meskipun belum begitu besar jumlahnya tetapi dapat membantu manambah perhasilan keluarga. Jumlah peternak sebanyak 31 orang dengan jumlah peliharaan sekitar 850 ekor yang terletak di RW 01, 02 dan 03 Desa Saradan Kecamatan Pemalang.
6) Peternak Kambing
Di Desa Saradan memiliki peternakan kambing potong dengan jenis kambing jawa dan kambing gembel, jumlah peternak sebanyak 8 orang dengan jumlah kambing sekitar 90 ekor yang berlokasi di RW 01, 02 dan 03 Desa Saradan Kecamatan Pemalang dan adanya peternakan khusus kambing pejantan sebanyak 1 orang dengan jumlah ternak sebanyak 25 ekor.

C. Tujuan Penyusunan Laporan
Tujuan penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa akhir tahun anggaran yang selanjutnya disebut LPP Desa akhir tahun anggaran adalah untuk memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan Desa kepada Bupati sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi, meliputi laporan semua kegiatan Desa berdasarkan kewenangan Desa yang ada, serta tugas-tugas dan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah selama satu tahun anggaran dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

D. Visi dan Misi Desa
1. Visi dan Misi
Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa.
Pembangunan pada dasarnya adalah suatu proses perubahan struktural dan kultural untuk mewujudkan kondisi ideal yang diharapkan melalui pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan melalui tahapan yang direncanakan dengan mendasarkan pada kondisi yang ada. Untuk mewujudkan kondisi ideal tersebut maka Pemerintah Desa Saradan bersama BPD, Tokoh Masyarakat dan Lembaga Desa yang ada menetapkan Visi Desa Saradan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Desa Saradan Nomor 5 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM) Desa Saradan Tahun 2016 – 2021 yaitu :

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG ADIL DAN SEJAHTERA DALAM SUASANA YANG TENANG, DAMAI, AMAN, BERSIH, DAN RUKUN ”

Berdasarkan visi yang telah ditetapkan tersebut selanjutnya dijabarkan kedalam misi untuk mewujudkan visi tersebut diatas, penyusunan misi dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan pertimbangan potensi dan kebutuhan Desa Saradan maka misi Desa Saradan adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Saradan adalah mengadakan penyuluhan dan pelatihan usaha kecil menengah, pelatihan keterampilan, pemberian bantuan benih dan juga pelatihan agrobisnis untuk para petani dan peternak. Pengembangan lembaga perekonomian mikro yang ada dan pemberian motifasi kepada masyarakat untuk pengembangan usaha mandiri diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
b. Meningkatkan sarana dan prasarana pertanian dan akses jalan
Mengingat sebagian besar mata pencaharian penduduk Desa Saradan adalah dibidang pertanian, maka sarana dan prasarana pertanian dan akses jalan menjadi sangatlah utama dan Pemerintah Desa Saradan Kecamatan Pemalang telah melakukan upaya itu dengan mengajukan permohonan bantuan untuk pengerasan jalan penghubung antar desa yang terletak di Blok Kesambi Kuning, Pengrosokan jalan pertanian di Blok Pesapen yang digunakan sebagai akses jalan pengangkutan hasil-hasil pertanian.
c. Meningkatkan keamanan dan ketentraman masyarakat
Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan ketentraman dengan pelaksanaan siskamling dan ronda malam secara bergantian, kegian pertemuan rutin anggota Linmas pada tanggal 5 setiap bulan bertujuan untuk menggalang rasa aman dan sebagai forum rembug untuk pemecahan masalah-masalah ketertiban yang ada. Pemeliharaan lampu penerangan jalan umum juga bertujuan untuk menjaga keamanan warga pada malam hari. Dalam menjaga keamanan dilingkungan kantor, Pemerintah Desa juga melaksanakan piket malam di Kantor Kepala Desa dan juga Sarana Pemerintah Daerah lainnya.
d. Meningkatkan kebersihan lingkungan
Kebersihan lingkungan menjadi prioritas utama misi Desa Saradan, karena dengan kebersihan maka derajat kesehatan masyarakat juga akan meningkat. Upaya-upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pengertian dan penyuluhan akan arti pentingnya kebersihan lingkungan, kegiatan K-3 juga rutin dilaksanakan untuk mencegah penyakit demam berdarah. Pembangunan fisik yang dilaksanakan adalah pembuatan Talud jalan Desa dan Pengaspalan Jalan lingkungan di RW 01 dan RW 02, kegiatan jum’at bersih juga dilaksanakan secara terus menerus.
e. Peningkatan ketersediaan dan kualitas infrastruktur sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan, peningkatan keterpaduan pemanfaatan ruang dan pusat pertumbuhan, peningkatan gairah aktifitas ekonomi
Pembangunan infrasuktur di masyarakat menjadi prioritas utama guna peningkatan dan percepatan pembangunan di lingkungan seperti pembangunan talud/senderan, pembangunan jaringan air bersih, pengaspalan jalan lingkungan, perbaikan ruang pelayanan kantor Kepala Desa dan pembangunan fisik lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
f. Peningkatan kesejahteraan dan keadilan dengan upaya memaksimalkan potensi yang ada di desa
Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Desa Saradan dalam hal tersebut diatas adalah dengan menggali potensi dan sumber daya masyarakat desa, pemberian kesempatan berusaha dan mengembangkan diri seperti pelatihan keterampilan dan usaha, mengirimkan aparatur untuk mengikuti diklat dan pelatihan baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang maupun pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh UPK PNPM P2KP, mengembangkan potensi kepemudaan baik dibidang sosial, kesenian maupun keolahragaan.
g. Peningkatan hubungan baik dan pengembangan semangat kekeluargaan dan kegotong royongan
Meningkatkan kualitas kehidupan beragama dengan saling menghormati, tolong menolong dan menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dilakukan dengan upaya pemberian bantuan stimulan untuk perbaikan sarana dan prasarana fisik tempat ibadah agama Islam yang mayoritas dianut oleh masyarakat Desa Saradan diharapkan akan meningkatkan kualitas peribadatan, Pembinaan Organisasi masyarakat dan kepemudaan.
Peningkatan peran aktif masyarakat dalam pendidikan agama Islam berupa berdirinya Taman Pendidikan Al-Qur’an, peran aktif dari Ustadz dan Ustadzah dalam kegiatan pengajian di Masjid dan Mushola serta terbentuknya kelompok-kelompok pengajian khusus/jama’ah tahlil perempuan dan laki-laki yang dilaksanakan secara rutin dan intensif seminggu sekali bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
Kegiatan kerja bhakti adalah upaya dalam rangka memelihara semangat kerukunan dan kegotong royongan masyarakat juga kegiatan-kegiatan peringatan hari besar nasional dan hari besar Islam.

E. Strategi dan Kebijakan
Berdasarkan visi dan misi yang, ada maka strategi dan arah kebijakan desa dititikberatkan kepada peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat dengan cara memperluas lapangan pekerjaan yang ada, karena bagaimanapun juga bahwa kemajuan suatu desa bisa dilihat dari pendapatan perkapita pertahun yang didapatkan dari berapa banyak upah/penerimaan seseorang selama sate tahun. Lapangan kerja dapat diciptakan dengan menggali dan mengembangkan potensi unggulan desa yang dapat menyerap tenaga, kerja dari masyarakat desa setempat.
Untuk mendukung perkembangan perekonomian desa, maka perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana prasarana pemerintahan, pendidikan, kesehatan dan perekonomian melalui pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana fisik. Kondisi aman dan damai dapat diwujudkan dalam kehidupan yang religius serta mengedepankan tegaknya suprentasi hukum dengan suasana kekeluargaan dan saling menghormati.
Strategi Pokok Pembangunan tersebut disusun dan dituangkan dalam Arah Kebijakan Pembangunan Desa, yaitu :
1. Peningkatan pemahaman nilai-nilai luhur agama dan budaya serta penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat dan berpemerintahan.
Skala prioritas dalam peningkatan kehidupan masyarakat yang religius yaitu dengan peningkatan sarana dan prasarana fisik lembaga¬ – lembaga pendidikan keagamaan terutama pendidikan agama Islam yang mayoritas dianut oleh masyarakat Desa Saradan.
Di Desa Saradan telah memiliki lembaga-lembaga pendidikan keagamaan non formal yang terdiri dari :
a. Pendidikan Anak Usia Dini dalam pendidikan keagamaan belum terselenggara karena, keterbatasan sumber daya;
b. Pendidikan Taman Kanak-Kanak yang mendidik anak-anak usia 4-6 tahun dalam bidang keagamaan yang sudah ada sejak lama;
c. Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah yang mendidik anak usia 6-12 tahun belum terselenggara karena, keterbatasan sumber daya;
d. Pendidikan lanjutan dalam bidang keagamaan untuk anak usia, 12-18 tahun belum ada karena keterbatasan sumber daya;
e. Pendidikan keagamaan lainnya yang cukup berkembang adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an yang dikelola secara swadaya oleh anggota masyarakat dengan mengutamakan kegiatan Membaca Al-Qur’an dan Pengenalan Pelaksanaan Praktek Ibadah (persholatan) sudah merata disetiap dusun.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pendidikan dalam bidang keagamaan di Desa Saradan masih kurang memadai. Sehingga diharapkan sarana dan prasarana pendidikan dalam hal keagamaan baik secara kuantitatif maupun kualikatif seiring dengan era globalisasi dan keterbukaan informasi yang banyak melanggar norma-norma, agama dan kesusilaan perlu ditambah lagi, sebab benteng yang paling kokoh dalam mencegah perbuatan yang melanggar norma-norma agama dan kesusilaan. adalah Iman dan Taqwa seseorang dalam mengarungi kehidupan di dunia untuk bekal di kemudian hari.
2. Pembangunan Kesehatan
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk mewujudkan Desa Saradan Sehat pada Tahun 2016, kebijakan pembangunan diarahkan pada pengembangan upaya promosi kesehatan, peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan upaya kesehatan berbasis masyarakat seperti Posyandu dan Desa Siaga, peningkatan kegiatan penyuluhan Keluarga Berencana, dan peningkatan kesejahteraan bagi kader-kader kesehatan dengan pemberian insentif secara stimulant.
Skala prioritas dalam bidang kesehatan mencakup 2 aspek dasar diantaranya adalah kesehatan jasmaniah dan kesehatan lingkungan. Dalam hal kesehatan jasmaniah, di Desa Saradan memiliki 1 (satu) unit Poliklinik Desa (Polindes) yang terletak di komplek Balai Desa Saradan dan melayani hampir seluruh penduduk Desa Saradan dengan program Jamkesmas / Jamkesda dan pengobatan murah dari Pemerintah. Selain itu juga terdapat beberapa tenaga kesehatan serti bidan desa sebanyak 1(satu) orang dan bidan yang berpraktek secara swadaya sejumlah 2 (dua) orang, kemudian bidan yang berpraktek secara swadaya sejumlah 1(satu) orang. Sedangkan untuk membantu pelayanan kesehatan Ibu hamil hingga melahirkan telah ada sekitar 3 (tiga) orang dukun bayi terlatih yang tersebar di seluruh wilayah Desa Saradan, disamping itu peran Bidan Desa juga dibantu oleh 2 (dua) orang Petugas Pelaksana Keluarga Berencana Desa (PPKBD/SKD). Tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sudah cukup baik, hal ini terbukti dengan jumlah pelayanan kesehatan di Polindes semakin baik.
Untuk menunjang program Keluarga Berencana dan Kesehatan Balita maka Pemerintah Desa Saradan melalui Tim Penggerak PKK telah membentuk kader-kader kesehatan sejumlah 21 orang. Kader-kader ini dalam pelaksanaan kegiatannya difokuskan pada pelaksanaan penyuluhan pelaksanaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Ibu dan Anak Usia Balita (BKB) dalam program Posyandu yang dilaksanakan secara berkesinambungan pada setiap bulan untuk melayani pemeriksaan PUS, Ibu hamil dan penimbangan balita yang mendapat pengawasan langsung dari Bidan Desa dengan dibantu oleh PPKBD / Petugas SKD.
Dalam hal kesehatan lingkungan kegiatan yang dilaksanakan adalah penyuluhan keluarga sehat, rumah sehat dan pemberian bantuan stimulant pembuatan jamban keluarga melalui program kegiatan sosial PNPM P2KP dan juga pembuatan saluran drainase. Secara keseluruhan sarana kesehatan sudah cukup memadai untuk melayani masyarakat akan tetapi masih perlu adanya peningkatan di masa-masa yang akan datang.
3. Peningkatan akses masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas Menuju Masyarakat yang Cerdas
Peningkatan akses masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kependidikan, peningkatan sarana/prasarana pendidikan dan penuntasan program wajib belajar 9 tahun.
Skala prioritas dalam hal ini berupa pembebasan buta aksara dan angka, di Desa Saradan telah dilaksanakan program bebas buta aksara dan angka. Hasil dari kegiatan tersebut cukup membantu masyarakat dalam hal kemampuan membaca dan menulis. Namun demikian masih memerlukan suatu proses bimbingan yang berkesinambungan di masa mendatang. Selain kegiatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan peningkatan kemampuan olah pikir dan keterampilan yang dilakukan oleh kader desa.
Desa Saradan masih banyak warga yang hanya tamat SD dan enggan melanjutkan ke tingkat SMP karena keterbatasan biaya dari orang tua. Selain itu juga untuk menunjang program pemerintah dalam hal Gerakan Wajib Balajar 9 Tahun. Program/kegiatan kejar paket B masih perlu dilanjutkan lagi, juga peningkatan sarana dan prasarana. Upaya lain adalah dengan menggalakan kembali Perpustakaan Desa yang berada di Balai Desa Saradan, dimana pada Tahun 2017 Desa Saradan telah mendapat bantuan buku-buku dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, dengan adanya perpustakaan desa ini diharapkan akan menumbuhkan minat baca bagi warga masyarakat Desa Saradan.
Disamping pendidikan format tentunya pendidikan keagamaan juga ditingkatkan lewat madrasah dan TPQ yang tersebar diwilayah RW. 01, 02 dan 03dengan tujuan untuk mencetak generasi yang cerdas dan memiliki akhlak yang baik.
4. Peningkatan Kinerja Pembangunan Desa Menuju Masyarakat yang Maju
Skala prioritas pelaksanaan program masyarakat mandiri adalah peningkatan kinerja pembangunan desa, peningkatan kapasitas pemerintahan desa, peningkatan keberdayaan masyarakat desa, pengembangan ekomoni dan pembangunan desa melalui optimalisasi lembaga pemberdayaan masyarakat desa yang ada.
5. Peningkatan Ketersediaan dan Kualitas Infrasruktur Desa
Pembangunan infrasruktur desa sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan, peningkatan keterpaduan pemanfaatan ruang dan pusat pertumbuhan, peningkatan gairan aktifitas ekonomi seperti pembangunan/ perbaikan jalan desa, jalan lingkungan dan jalan penghubung pertanian, perbaikan jaringan irigasi desa, perbaikan jembatan, pembangunan senderan/talud, pembangunan jaringan air bersih, pembuatan tempat penampungan sampah sementara serta perbaikan sarana dan prasarana kantor kepala desa sebagai pusat pelayanan masyarakat.
6. Peningkatan Kesejahteraan dan Keadilan dengan Upaya Memaksimalkan Potensi yang Ada
Program PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) merupakan salah satu kegiatan utama dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat. Prioritas kegiatan PKK adalah dengan melaksanakan kegiatan keterampilan dengan cara penyuluhan dan pelatihan dalam rangka peningkatan pendapatan keluarga, dengan pengenalan ketrampilan sesuai dengan keahlian dan bidangnya masing-masing diharapkan akan tercipta keluarga yang produktif. Kegiatan ini masih jauh dari target yang diharapkan dikarenakan kurangnya tenaga ahli dan keterbatasan sumber daya yang ada. Diharapkan pada masa yang akan datang semua kegiatan dalam rangka peningkatan taraf hidup keluarga dapat dilaksanakan secara profesional dan mencapai tujuan yang dicita-citakan.
7. Peningkatan Hubungan Baik dan Pengembangan Semangat Kekeluargaan dan Kegotongroyongan dikalangan Masyarakat
Desa Saradan merupakan salah satu desa yang menjunjung tinggi norma¬-norma dan adat-istiadat yang menyatu dan secara turun-temurun diwariskan oleh para pendahulu. Realisasi di lapangan adalah berupa peningkatan keamanan desa dengan kegiatan kamling yang selalu digalakan maupun peningkatan kualitas aparat keamanan desa (Linmas), selain itu juga adanya pemberian sanksi dan tindakan hukum kepada warga yang membuat desa menjadi kurang kondusif sebagai salah satu cermin penegakkan supermasi hukum. Kegiatan kerja bhakti Gugur Gunung dan peringatan hari besar nasional juga bertujuan untuk peningkatan masyarakat yang rukun dengan mengembangkan sikap gotong royong dan tolong menolong.

F. Prioritas Desa
Sesuai dengan ketersediaan sumber daya yang dimiliki dan kondisi umum yang dihadapi oleh Desa Saradan maka, tidak semua prioritas tersebut menjadi prioritas tahunan dalam penuangannya ke dalam Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP). Berdasarkan permasalahan dan tantangan yang dihadapi pada tahun 2017, dengan mempertimbangkan keterbatasan dan ketersediaan sumber daya, maka prioritas-prioritas tersebut adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan Sarana dan Prasarana Fisik
Prioritas peningkatan sarana dan prasarana fisik ini sejalan dengan upaya peningkatan pelayanan bidang pemerintahan dan pelayanan dasar bidang kesehatan, perhubungan dan perekonomian :
a. Peningkatan pelayanan dibidang pemerintahan perlu didukung oleh peningkatan kapasitas aparatur desa, peningkatan kapasitas bagi LPMD, BPD, RT/RW dan Karang Taruna, Revitalisasi Kelompok Tani dan penambahan modal dengan bunga rendah pada simpan pinjam di Desa Saradan agar maksimal dalam pengelolaannya.
b. Untuk peningkatan sarana perhubungan, prioritas kegiatan pembangunan fisik adalah pengaspalan jalan lingkungan RT 03/01, RT 02/03 dan RW 02 dan 03. Selain itu juga pembuatan saluran air limbah pada RW 01.
c. Untuk peningkatan sarana komunikasi dan internet guna menunjang desa intenet maka diadakan pengadaan Tower Internet di Balai Desa.
2. Peningkatan kinerja aparat desa yang berkualitas, profesional dan berjiwa pelayanan prima
Semua upaya pembangunan akan menjadi sia-sia apabila tidak ditunjang oleh aparat desa yang berkualitas, profesional dan pelayanan prima. Sarana dan prasarana yang telah tersedia dengan baik dan memadai, akan tidak berarti bila tidak didukung oleh aparat yang berkualitas, profesional dan berjiwa pelayanan prima. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa good governance yang menjadi cita-cita mulia tidak akan terwujud apabila SDM-nya bukan saja tidak berkualitas dan tidak profesional tetapi juga tidak bermoral.
Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa dalam rangka peningkatan kualitas aparatur adalah dengan mengikuti kegiatan pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Pemerintah Propinsi dan melaksanakan pembinaan aparatur secara rutin melalui staf metting perangkat desa setiap minggunya dengan tujuan untuk menerima dan memberi masukan berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan desa.
Disamping itu Pemerintah Desa Saradan juga berupaya untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan dibidang administrasi, baik untuk pembuatan laporan-laporan kegiatan maupun untuk menunjang pelayanan masyarakat, Pemerintah Desa Saradan memprioritaskan program kegiatan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor seperti pengadaan laptop, printer, lemari buku, meja kursi tamu.
3. Peningkatan Ketertiban dan keamanan
Prioritas peningkatan upaya ketertiban dan keamanan masyarakat diarahkan pada upaya perwujudan penciptaan situasi dan kondisi wilayah yang kondusif tenang, aman dan damai dengan mencakup beberapa aspek sebagai berikut :
a. Optimalisasi peran serta masyarakat dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban wilayah melalui ronda malam.
b. Peningkatan disiplin masyarakat dalam mematuhi segala peraturan Perundang-undangan yang ada termasuk Peraturan Desa.
c. Pembentukan aparatur pemerintah desa yang bersih dan berwibawa sehingga mampu menjadi suri tauladan bagi masyarakat.
d. Peningkatan peran Perangkat Desa dan anggota Linmas dalam melaksanakan Pengamanan Lingkungan.
e. Optimalisai peran Lembaga Kemasyarakatan yang ada di desa untuk membantu tugas-tugas pemerintahan desa.
Kegiatan yang dilaksanakan seperti pertemuan rutin anggota Linmas, pelaksanaan piket kantor dan pemeliharaan lampu penerangan jalan guna kenyamanan masyarakat menjadi prioritas dibidang keamanan dan ketertiban.
4. Peningkatan Pelayanan Dasar, khususnya pelayanan kesehatan dan pendidikan
a. Peran layanan kesehatan di tingkat pertolongan pertama yaitu Poliklinik Desa (Polindes) semakin ditingkatkan lagi dan untuk mengoptimalkan fungsi dari polindes maka telah diadakan koordinasi dengan pihak Puskesmas Paduraksa melalui Bidan Desa sehingga peran polindes dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat desa menjadi lebih baik. Dalam rangka mengembangkan sistem kesehatan desa (yaitu pemberdayaan masyarakat, upaya kesehatan, pengamatan dan pemantauan kesehatan, pembiayaan kesehatan) serta untuk merumuskan dan memecahkan masalah kesehatan di desa peran Forum Kesehatan Desa (FKD) lebih dioptimalkan lagi dalam rangka ikut mensukseskan program pemerintah yaitu Menuju Indonesia Sehat. Peran Bidan Desa lebih ditingkatkan lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan dibantu oleh Petugas Pelaksana Keluarga Berencana Desa (PPKBD/SKD) dengan diberikan honor untuk 2 (dua) orang petugas SKD.
b. Dalam rangka menyiapkan generasi penerus yang lebih baik lagi maka pelayanan pendidikan baik formal maupun non formal harus semakin ditingkatkan lagi karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah semakin pesat sehingga peran generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa harus disiapkan sedini mungkin dan tentunya didasari pula oleh akhlakul karimah, dan desa diharapkan memiliki Sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar dengan jumlah dan kualitas yang memadai. Adapun jumlah sarana pendidikan yang ada adalah :
1) Taman Kanak-kanak Pertiwi sebanyak 1 TK
2) Sekolah Dasar Negeri sebanyak 3 SD
3) Madrasah / TPQ sebanyak 4 Madrasah/TPQ
Prioritas program yang dilaksnakan adalah meningkatkan peran guru Tk dalam mengembangkan Pendidikan Usia Dini dengan jalan pemberian honor bagi guru TK Non PNS dan juga lewat Tim Penggerak PKK diberikan bantuan untuk pengadaan sarana penunjang kegiatan belajar mengajar di TK Pertiwi Dharmarini Desa Saradan, prioritas program lain dalam upaya peningkatan pendidikan non formal khususnya pendidikan keagamaan adalah dengan memberikan bantuan untuk penyelenggaraan TPQ di Desa Saradan Kecamatan Pemalang.
5. Penanggulangan kemiskinan dengan peningkatan taraf hidup penduduk miskin
Prioritas pernberantasan kemiskinan didasarkan pada persentase penduduk miskin di Kabupaten Pemalang masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan beberapa kabupaten/kota tetangga seperti Kabupaten Tegal, Brebes dan Pekalongan.
Sedangkan jumlah dari persentase penduduk miskin di Desa Saradan dapat dilihat dari jumlah penduduk yang termasuk dalam Daftar Penerima Manfaat Raskin (KK Miskin) yaitu sejumlah 150 KK dari 1.168 KK yang ada di Desa Saradan atau 14% dari keseluruhan jumlah penduduk yang ada. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa dalam rangka meningkatan pendapatan warga masyarakat adalah dengan cara memberikan bantuan modal usaha melalui program seperti Usaha Ekonomi Produktif Simpan Pinjam (UEP-SP), Simpan Pinjam Perempuan (SPP), memberikan pelatihan ketrampilan usaha melalui program BLM PNPM-MP dan penyaluran beras untuk keluarga miskin (raskin) dengan tepat waktu dan tepat sasaran.
6. Penguatan Kelembagaan Desa
Prioritas program Pemerintah Desa Saradan dalam rangka penguatan kelembagaan desa yang ada adalah dengan pemberian insentif secara stimulant, pembinaan dan pertemuan pengurus secara rutin serta peningkatan fungsi dan peranan sesuai dengan bidang masing-masing.
7. Peningkatan Semangat Kegotong royongan dan kerukunan
Prioritas program Pemerintah Desa dalam meningkatkan semangat kegotong royongan dan kerukunan adalah dengan senantiasa mengadakan kegiatan kerja bhakti secara rutin seperti kegiatan jum’at bersih, gugur gunung dan kegiatan peringatan hari-hari besar nasional serta hari-hari besar islam yang bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme, agamis, kebersamaan dan kekeluargaan dikalangan warga masyarakat Desa Saradan Kecamatan Pemalang.
8. Pembinaan Kelompok Kesenian dan Organisasi Masa
Prioritas program dalam rangka pembinaan kelompok kesenian dan pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan yang ada di desa Saradan adalah dengan pemberian bantuan secara stimulan kepada kelompok kesenian simtu durror untuk kegiatan latihan dan Pemerintah Desa memberikan fasilitasi pembentukan organisasi masa serta pembinaan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *