SEJARAH DESA

Pemberian Nama (Nomenklatur) Desa Saradan berdasarkan adat istiadat secara turun temurun dan menurut sesepuh masyarakat Desa Saradan yaitu Bapak Idris (Mantan Kepala Desa Saradan) dikatakan bahwa “Saradan” berasal dari kata “kesarad” (dalam istilah jawa) yang artinya “ketarik atau kebawa”. Dalam arti yang luas mengandung maksud bahwa Desa Saradan adalah sebuah desa yang menarik, tentram, damai dan aman.

Hal ini dibuktikan dengan kondisi lingkungan di Desa Saradan yang aman, gangguan keamanan yang menonjol hampir tidak pernah terjadi, semangat kerukunan dan kekeluargaan masih terpelihara dengan baik, banyak warga pendatang yang tinggal di wilayah Desa Saradan dan membaur dengan kehidupan penduduk setempat, hal ini menunjukkan bahwa setiap pendatang yang tinggal di Desa Saradan akan kerasan menetap di Desa Saradan dan pada jaman perang kemerdekaan, Desa Saradan dijadikan sebagai tempat persembunyian yang aman karena letaknya yang tersembunyi dan tidak banyak diketahui orang atau juga dikenal sebagai tempat untuk menyendiri/“nyepen” dalam istilah jawa, dan tempat itu dikenal dengan sebutan pesapen yang merupakan nama salah satu dukuh di wilayah Desa Saradan.

Dari zaman penjajahan Belanda sampai dengan sekarang nama Saradan tetap dilestarikan secara turun temurun, namun secara formal nama Saradan belum dibakukan dalam bentuk peraturan perundang-undangan misalnya peraturan daerah, walaupun demikian nama Desa Saradan telah diakui secara administratif sebagai salah satu nama desa dari 211 desa yang ada di Kabupaten Pemalang.